Nah ini ceritaku yang dulu ku publish di FFN datangi profil FFNku di: Nimaru-Chan
Skesa tawa versi Naruto 1
.
.
.
Pada
suatu hari, Watabane belajar hanya menginjankkan satu kaki dan
berjingkit diatas patokan. Dia sedang berlatih keseimbangannya dan
dilatih oleh guru Iruka. Kebetulan Konohamaru melewati jalan yang sama
dengan tempat latihan Watabane. Dia kagum kepada Watabane karena bisa
berlatih dengan bagus diatas patokan. Kemudian dia langsung menemui guru
Iruka. "Wah, hebat ya guru. Dia bisa latihan dengan bagus diatas
patokan," Puji Konohamaru. "Siapa dulu dong, gurunya."Puji guru Iruka
kepada dirinya sendiri. "Guru, guru, aku mau dong, dilatih seperti itu
juga." Pinta Konohamaru kepada gurunya. "Tapi Konohamaru, patokan nya
hanya satu. Dan tidak ada lagi."Kata guru Iruka kepada Konohamaru.
Konohamaru berpikir sejenak. "Aha, guru, guru. Aku tahu bagaimana
caranya berlatih, tanpa patokan!" Girang Konohamru senang. "Kalau bisa,
ayo, kita latihan." Kata guru Iruka tersenyum. Kemudian ….. "Nah guru,
sekarang aku bisa kan, berlatih keseimbangan tanpa patokan?" Tanya
Konohamaru senang. "Iya sih, kamu bisa berlatih keseimbangannya. Tapi,
Jangan disitu dhong!" Marah guru Iruka melihat keatas kepalanya yang
diinjak Konohamru sebagai pengganti patokan. "Ah, turun-turun. Ini
kepala guru sakit!" Teriak Iruka marah.
.
.
.
.
.
Skesa tawa versi Naruto 2
.
.
.
.
.Team 7 sedang disuruh menunjukkan jurusnya masing-masing. Dimulai dari Sasuke. kemudian Sakura. Dan yang terakhir Naruto. Sakura dan Sasuke beristirahat sebentar. Sedangkan Naruto ingin menunjukkan jurusnya ke guru Kakashi. Kebetulan Rock Lee sedang lewat. "Jurus seribu…." Kata Naruto. Sedangkan Rock Lee langsung menemui Sasuke. "Sasuke! Apa Naruto tidak terasa aneh memakai jurus itu?" Tanya Rock Lee . "Tidak apa-apa. Kau tahukan, seperti biasanya dia munggunakan jurus itu." Jawab Sasuke singkat. "Tapi Sasuke, lihat dulu dong. Jurus seribunya yang seperti apa!" Teriak Rock Lee kepada Sasuke. "Huh?" Bingung Sasuke. "Lihat Tuh!" Teriak Rock Lee menunjuk Naruto. Sasuke terbelalak Naruto memakai baju besar persegi panjang bertuliskan 'Rp.1000'. Lalu Rock Lee dan Sasuke mendatangi Naruto. "Tadi katamu jurus seribu bayangan. Kenapa yang keluar baju aneh yang melekat ditubuh?" Tanya Sasuke bingung. "Kan kataku jurus seribu…. Rupiah." Jawab Naruto kepada Sasuke. "Hah?" Kata Sasuke dan Rock Lee hanya terbengong-bengong melihat jurus Naruto yang baru.
.
.
.
.
.
Skesa tawa versi Naruto 3
.
.
.
.
Dirumah
Shion ada kasus tentang pembunuhan pengawalnya. Sakura dan Sasuke
sedang mencari siapa yang membunuhnya. Dan merekan mendapatkan satu
bukti. Yaitu sehelai rambut yang panjang. "Pelakunya wanita." Kata
Sasuke yakin. Sakura menganggukkan kepalanya pertanda mengerti. Tapi,
Naruto datang. "Dia bukan wanita. Tapi laki-laki." Cerocos Naruto
setelah mendengarkan perkataan Sasuke. "Mungkin ini rambut laki-lakinya
yang panjang." Kata Sakura memegang rambut itu. "hn" Sasuke membenarkan.
"Bukan rambutnya yang panjang." Naruto menyalahkan mereka berdua.
"Huh?" bingung Sakura dan Sasuke berbarengan. "Tapi itunya yang
panjang." Kata Naruto menunjuk pelaku yang sudah dia buat pingsan
sebelumnya. "Idiw!" Kata Sasuke dan Sakura jorok. Ternyata pelakunya
memiliki bulu hidung yang panjang sekali.
.
Sketsa Tawa versi Naruto 4
.
.
.
Naruto
dan teman-temannya sedang berkumpul dipantai. Dan mereka menancapkan
dua batang kayu yang panjang dikedua sisi ½ bagian tanah yang sudah di
bentuk persegi panjang. Kemudian mereka memakai alat menjaring ikan yang
ikat pada kedua kayu yang digunakan untuk sebuah permainan yang akan
mereka main kan. Kemudian semua kelompok dibagi menjadi dua bagian.
Kemudian Naruto membentuk sebuah bola biru ditangannya. "Rasenggan!"
Teriak Naruto. Kebetulan guru Gai melihatnya menggunakan rasenggannya.
"Naruto, kenapa kau menggunakan jurus rasengganmu?" Tanya guru Gai
karena dia melihat ditempat ini tidak ada bahaya. "Naruto tidak akan
merasanggan siapapun Gai sensei. Tapi rasenggan Naruto itu dipakai untuk
menggantikan bola voli yang hilang buat main bola voli!" Teriak Rock
Lee. "Wadau!" Guru Gai kaget melihat Naruto, Sakura, Sasuke, Rock Lee,
Ten Ten, Kiba, Shikamaru, Ino, Shino, Choji, dan Neji memainkan
rasenggan Naruto untuk penggganti bola voli.
.
.
.
.
.
Sketsa Tawa Versi Naruto 5
.
.
.
.
Disebuah
desa yang tenang…. Dipagi hari yang cerah. Naruto beranjak dari rumah
untuk mencari ikan di danau. Dia menganjak Sasuke. Setelah sampai
didanau, Naruto mencuci mukanya didanau itu karena ingin menyegarkan
mata. "mmm.. Naruto. Apa kau tidak jijik membasuh mukamu didanau ini?"
Tanya Sasuke menatap jijik air itu. "Kenapa? Aku biasa kok memakai air
ini. Air ini bersih kok," Jawab Naruto meyakinkan Sasuke. "Tapi Naruto,
air ini benar-benar kotor. Dan aku saja tidak ingin menyentuh air ini
sekalipun." Kata Sasuke tidak mempercayai perkataan Naruto yang
menurutnya Naruto berbohong kalau air ini bersih. "Hei Teme! Memangnya
ada apa sampai kau berpikiran hal-hal yang aneh seperti itu?" Tanya
Naruto heran kepada temannya yang satu ini. "Kalau tidak percaya kalau
air ini kotor. Lihat saja yang ada ditengah danau itu. Tuh!" Sasuke
menunjuk seperti sebuah tempat untuk orang desa untuk dijadikan sebagai
toilet dan disamping nya ada sebuah perahu kecil yang singgah dan
berkata. "Sudah belum. Nanti kita lanjutin mancingnya!" Teriak orang
yang ditengah danau. "belum nih. Entar dulu! AAAA!" Teriak orang yang
didalam tempat yang mirip sebuah toilet perdesaan dan ada bunyi 'Plung'
Dan yang keluar dari bawah tempat itu keluar seperti benda kuning-kuning
yakni kotoran manusia yang didalamnya. "Hah! Jadi ini?! Huek!" Naruto
langsung muntah dan tadi sempat mencium airnya bau seperti kotoran.
"Naruto… Naruto… Ck, ck, ck," Kata Sasuke menggeleng-gelengkan
kepalanya.
.
.
.
.
.
Sketsa Tawa versi Naruto 6
.
.
.
.
Suatu
hari Konohamaru sedang bermain dengan Watabane. Dia bermain dengan
riang sekali. Kemudian mereka makan ramen bersama kemudian kembali
kerumah mereka masing-masing. Kemudian mereka ingin pulang kerumah
masing-masing. Kebettulan ibunya Watabane ada dijalan itu. "Eh Watabane.
Ayo pulang mama antar. Oh iya, Watabane. Tadi ibu beli baju ini lo,
buat kamu." Kata ibunya Watabane menyerahkan baju Kimono jepang yang
bagus. Dan kebetulan juga ibunya Konohamaru juga lewat dijalan itu yang
ingin pulang kerumah karena tadi kepasar. Kemudian Konohamaru mendekati
ibunya. "Ibu, aku juga mau baju seperti Watabane ya?" Pinta Konohamaru.
Kemudian ibu Konohamaru melihat pakaian yang diberikan ibu Watabane ke
anaknya. Ibunya mengangguk-angguk mengerti. Dan akan berjanji besok
membelikannya baju
Keesokan harinya
"
Nah, sudah ibu berikan bajunya kan? Jadi jangan meminta yang
macam-macam lagi." Kata ibunya Konohamaru sambil menyiram kembang. "Iya
bu, tapi tidak seperti ini juga. Maksudnya aku juga ingin dibelikan
baju. Tapi bukan bajunya yang mirip dengan Watabane." Kata Konohamaru
marah. "ya, ini kan bagus tuh. Nah, cantik bajunya." Kata Ibunya
Konohamaru. "Huweeee!" Konohamaru menangis pasrah.
.
.
.
.
.


21.21
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar