Minggu, 29 Desember 2013

Rahasia Sakura (Bagian 2)

RAHASIA SAKURA

SUMMARY:Tidak ada summary

pairing
sasusaku

disclaimer
Masashi Kishimoto

WARNING: Typo, OCC, Gaje

Singkat Cerita

  Siswa-siswi akhirnya berhamburan keluar kelas karena sudah waktunya istirahat. Sebagian siswa-siswi ada yang kekantin, ada yang mengobrol, membaca buku, dan ada pula yang bermain. Kalau Sakura hanya diperpustakan untuk membaca buku. Dia melihat ada seorang siswa yang kulitnya putih pucat. Menurutnya orang itu mirip mayat hidup. Saat Sakura membaca buku, tiba-tiba ada seorang laki-laki berambut pantat ayam masuk keperpustakaan. Awalnya Sakura biasa-biasa saja. Tapi, laa-lam dia terganggu oleh teriakan histeris perempuan yang mengitari laki-laki itu. "BERISIK! Ini perpustakaan!" Teriak Sakura marah karena tidak tahan dengan teriakan perempuan yang menjadi-jadi.
  
 Hanya satu yang dilakukan Sakura. Apalagi kalau bukan pergi dari perpustakaan itu. Sakura tidak menghiraukan tatapan tajam para wanita pada dirinya yang berteriak. Sasuke sedikit kaget dan lalu melanjutkan buku yang dia baca.

  Sedangkan Sakura menuju ke toilet. Apakah yang dia lakukan? Jawabannya dia hanya ingin merendam emosinya.Dia memasuki toilet laki-laki dan bersandar di dinding-dinding samping toilet. "Huh, apa tampannya orang itu. Jidatnya lebah, orang nya dingin, dan juga pendiam. Banyak kok laki-laki yang lebih keren dari dia. Apakah harus berteriak segitunya!" Katanya marah sambil berkacak pinggang.



  “Ehem!” Suara yang mengagetkan Sakura. “Eh?!” Dia menengok kesamping. Dia melihat seorang laki-laki berbaju olahraga, beralis tebal, dan tinggi. Siapa  lagi kalau bukan Rock Lee kakak kelas Sakura. “Hei, siapa kau? Kurasa, aku tidak pernah mengenalmu. Apakah kau siswa baru disini?” Tanya Rock Lee pada Sakura. ‘Membuat orang kaget saja’ Batin Sakura kesal menatap tanpa ekspresi pada Rock Lee. “Ya, aku siswa baru. Namaku Hitoshi. Kau sendiri?” Jawab Sakura yang bisa menebak apa yang akan ditanyakan Rock Lee nanti lalu bertanya balik pada Rock Lee.
   “Namaku Rock Lee desu!” Ujarnya bersemangat lalu menghampiri Sakura. “Emm, Lee-san. Apakah kau pernah melihat orang berambut pantat ayam dan bermata hitam kelam yang sering digerombongi oleh banyak wanita?” Tanya Sakura penuh dengan pertanyaan. “Tentu saja aku tahu. Dia itu Uchiha Sasuke. Bisa dibilang rival ku di tim basket sih.. Habisnya, gara-gara tim basket nya membuat kami kalah terus. Jadi kuputuskan kalau aku akan menjadi rival Sasuke dan kawan-kawannya.” Jawab Rock Lee panjang lebar dan membuat mereka seperti akrab saja. Padahal baru beberapa detik berkenalan. “Lee-kun, boleh aku panggil seperti itu?” Tanya Sakura dengan nad memohon. Sakura memang merasa senang didekat Rock Lee.
   Entah apa yang membuatnya nyaman. “Tentu saja, boleh ku panggil kau Hitoshi-kun?” Rock Lee balik Tanya pada Sakura sambil ingin menjabat Sakura. “Tentu saja dia menjabat tangan kanan Rock Lee. Akhirnya mereka tertawa lepas. “Padahal belum lama kita kenalan,” Ujar Sakura menepuk pundak Rock Lee. “Iya, hehehe” Balas Rock Lee tersenyum dengan menampakkan gigi putihnya.
 ‘TENG, TENG, TENG, TENG’ Tanda bel menunjukkan waktu istirahat berakhir. “Eh, Hitoshi-kun. Aku ingin ganti baju dan langsung ke kelas nih! Jaa…” Pamit Rock Lee berlari keruang ganti.
  Sakura berjalan pelan menuju kelasnya. Ada setengah orang yang melirik Sakura dengan terpesona. Sakura memasuki pintu kelasnya dan melihat Ino. Ya ampun, Sakura baru sadar kalau Ino ada dikelasnya. Ino adalah temannya yang juga berkerja sebagai maid di sebuah restoran.
   “Ino-san,” Bisik Sakura yang sudah ada disampingnya. “KYAAA!” Ino berteriak kaget memegang erat meja nya. “Eh?” Tanya Ino heran menatap laki-laki berambut pink dan bermata hijau. ‘Tunggu dulu, mata pink dan rambut hijau’ Gumam Ino lalu berpikir. “Kau Sakura-san kan?” Bisik Ino pada Sakura. Sakura hanya menganggukkan kepalanya kecil pertanda ‘ya’. “Kenapa kau berdandan seolah kau-“ Sebelum selesai berbicara, Sakura langsung menutup mulut Ino. “Pssst! Nanti ketahuan. Kalau ketahuan kan, bisa hancur aku. Aku hanya menjadi laki-laki kalau aku tidak berkerja. Mengerti?” Bisik Sakura mengatakan alasannya. Ino hanya mengangguk kecil tanda mengerti.

  Saat pulang, Sakura di ajak Rock Lee bermain basket sebentar disekolah. “Kau mau kan menemaniku untuk berlatih basket. Ayolah, nanti kau juga bisa ku perkenalkan pada teman-temanku.” Pinta Rock Lee saat pulang sekolah. “Baiklah, kau tahu tidak Lee-kun, kalau aku juga suka main basket. Tapi, hanya sendirian.” Kata Sakura senang karena diajak bermain basket. “Kalau begitu kau ganti bajumu dengan baju ini. Nah, sekarang keruang ganti. Aku tunggu,” Ujar Rock Lee menyerahkan baju basket berwarna merah bertuliskan angka 8 dan sedikit warna putih disisi baju.
  Sakura memakai lapisan baju khusus supaya tidak diketahui orang kalau dia wanita kalau memakai baju tersebut. Setelah semuanya selesai, akhirnya dia keluar dari ruang ganti. Sekarang dia terlihat tampan memakai baju itu.
  Setelah itu dia menghampiri Rock Lee yang sedang bercakap-cakap. “Oh, kau sudah ganti baju rupanya. Perkenalkan, ini teman-teman tim basketku!” Ujar Rock Lee bersemangat saat sadar Sakura sudah ada disampingnya. “Oh, jadi ini teman barumu Lee, lumayan.” Ujar Sasori menatap dingin Rock Lee. Rock Lee mengangguk.
  “Salam kenal,” Kata Sakura pura-pura menatap dingin Sasori dan teman-teman Rock Lee. “Kau sedikit mirip dengan Uchiha Sasuke yang brengsek itu,” Cerocos Kiba berkomentar.

  “Ya sudahlah, ayo kita mulai!” Kata Rock Lee bersemangat sambil mengepal tangannya kuat. “YEAH!” Teriak gerombongan laki-laki lalu masuk ke area lapangan basket. Sakura mengikuti mereka ke lapangan basket.

  Lalu mereka berlatih dengan serius. Sakura tidak kewalahan karena sudah terbiasa bermain basket dirumahnya. Bahkan dia sering dia bermain basket lewat PC. Bahkan dia yang sedari tadi memasukkan bola basket itu kedalam ring. Rock Lee saja kewalahan kelihatannya Sakura sangat bersemangat.

Selesai latihan
“Hosh, hosh, hosh, jago juga kau. Aku saja kewalahan.” Ujar Kiba berkacak pinggang mengatur napasnya yang tersengal-sengal.
  “Iya, Hosh, hosh, hosh. Kau mau kan, untuk membantu kami mengalahkan tim si Uchiha itu?” Tanya Sasori tak kalah lelahnya dengan Kiba.
“Hebat juga kau Hitoshi!”
“Terimakasih Lee-kun. Aku mau bergabung dengan kalian.”
Belum sempat melanjutkan perkataan, datanglah tim basket Senior. Siapa lagi kalau bukan Tim yang terdiri dari Uchiha Sasuke, Uzumaki Naruto, Suigetsu, Gaara, dan Jugo.
  “Hei mereka datang,” Bisik Rock Lee pada teman-temannya.
“Hei Uchiha kami tidak takut lagi untuk mengalahkan tim mu!” Kata Rock Lee lantang.
“Kurasa tidak. Coba saja, pertandingan akan kita mulai.” Balas Sasuke tersenyum licik sambil mempersiapkan dirinya dan kawan-kawannya.
‘DASAR ORANG SOMBONG, GAK TAU SOPAN SANTUN!’ Batin Sakura kesal dalam emosinya ingin meninju si Sasuke sampai babak belur.
  Pertandingan dimulai dengan sengit. Sakura sangat tangkas dan sudah membua strategi dengan teman-temannya. Sakura dan teman-temannya berhasil mengalahkan tim senior dengan nilai yang tipis yaitu 9-8 tim Rock Lee memenangkan 9-8 dengan tim senior.
Sekarang tim Uchiha itu harus menerima atas kekalahannya.

To Be Countine

Makasih buat pengomentar yang cantik dan ganteng. Kalau ada saran dan kritik tolong sampaikan.

Rahasia Sakura


RAHASIA SAKURA

SUMMARY: Tidak ada summary

Pairing

Sasusaku

Disclaimer

Masashi Kishimoto



  Haruno Sakura adalah gadis yang cantik. Tapi, dia tidak bisa menghilangkan sikap buruk nya yang sudah berada dalam dirinya semejak enam tahun yang lalu. Dia malah bersikap seperti laki-laki. Bahkan semua orang-orang mengira kalau Sakura adalah seorang laki-laki yang tampan dan baik hati. 

  Pasalnya disekolah Sakura memakai baju laki-laki. Sakura bersikap seperti itu karena ingin menghindarkan diri dari ancaman orang jahat yang mungkin saja bisa mencelakakan dirinya. Karena itu dia menyembunyikan indentitas dirinya dan mengganti namanya menjadi ‘Hitoshi’. Pagi ini dia masih malas membuka matanya untuk bangun dan sekolah disekolah ‘Konoha High School’. 
  

  “Sakura, ayo bangun.. Eh, kok malah tidur lagi. Mandi sana,” Ujar ayahnya menggoyang tubuh anaknya pelan. Karena kesal anaknya tidak bangun, akhirnya dengan terpaksa Kizashi mengambil seember air dan di tumpahkannya ke wajah anaknya. “AAAh!!iya, iya aku bangun… Em, ini jam berapa?” Tanya Sakura kaget dan sedikit shock karena ayahnya menumpahkan air ke tempat tidurnya sampai basah. “Sudah jam tujuh lewat tiga puluh menit. Kalau kamu mau malas-malasan, nanti kau terlambat saat hari pertamamu kesekolah!” Omel Kizashi pada putrinya dan berhasil membuat Sakura terkejut. 

  “UAPAA?! Aduh harus siap-siap nih!” Jerit Sakura lalu meninggalkan ayahnya langsung membawa handuk masuk ke kamar mandi. Ayahnya yang melihat kelakuan anaknya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Selesai mandi Sakura dengan cepat dan gesit memasukkan buku barunya, menyiapkan semua peralatan sekolahnya dan turun kebawah untuk mengambil sarapannya.  “Ohayo minna,” Sapa Sakura dan duduk kemudian langsung mengambil sarapannya yaitu roti dan meminum air putihnya dengan cepat. 

“Sakura, pelan-pelan makannya, Tapi… Sakura kenapa kau memakai baju laki-laki?” Tegur ibunya pada Sakura yang terlalu cepat makannya. 

  “Ya ampun Sakura… Bagaimana nanti kamu mendapatkan laki-laki setelah kamu lulus nanti kalau bajumu yang seperti laki-laki!” Kata Kizashi kaget pada anaknya yang memakai baju SMA laki-laki.  “Tidak apa-apa ayah,” Jawab Sakura yang sudah menghabiskan makanannya. Sebelum di ceramahi ayahnya lebih lama dia langsung beranjak dari rumahnya kesekolah barunya. “Aku pergi dulu,” Ujar nya lalu berlari menuju sekolahnya. Setelah memasuki sekolahnya dia lega karena datang tepat waktu. 
  
  Banyak perempuan yang melewati terpesona ada juga yang tidak. Sakura menuju ke kelas yang akan ditempatinya. “Tampannya,,” Gumam seseorang siapa lagi kalau bukan Karin.

  Sakura berpura-pura berjalan tegap seolah-olah dia adalah seorang laki-laki. Bahkan Sakura meletakkan dua bola kecil di pundaknya supaya terlihat seperti pundak laki-laki. Perempuan-perempuan semakin terpesona karena dirinya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa dia dan seorang yang bernama Uchiha Sasuke tidak kalah tampannya meskipun Sakura baru beberapa menit disekolah itu. Kesamaan Sasuke dan Sakura ada dirambutnya yang jidat.



  “Hei anak baru! Baru saja masuk kesekolah ini udah sok terkenal,” Tegur orang yang berada dibelakang Sakura. Sepontan Sakura berbalik kesumber suara. Ada seorang laki-laki bermbut durian motong, bermata blue shapire, dan berkulit tan. Sakura tahu itu adalah Naruto yang dulunya kakak kelas waktu dia masih berumur sebelas tahun. “Apa maksudmu?” Tanya Sakura seolah bingung apa yang dikatakan orang tadi.



  “Jangan pura-pura kamu,” Jawaban yang aneh keluar dari mulut Naruto. “Apa sih maksudmu itu Naruto?” Tanya Sakura semakin bingung dibuatnya. Naruto kaget “Eh dari mana kau tahu namaku?” Tanya Naruto bingung ‘Kenapa dia tahu namaku’ batin nya menatap tajam Sakura. “Aku tahu dari seseorang,” Jawab Sakura berbohong. “Sebenarnya kau ini siapa, jadi tahu namaku. Ngomong-ngomong namamu siapa?” Tanya Naruto asal-asalan. ‘Dasar Naruto bodoh. Tadi marah, sekarang malah nanya nama.’ Runtuk Sakura kesal akan tingkah bodoh Naruto yang kambuh. “Hitoshi” Jawab Sakura singkat lalu melanjutkan jalannya yang sempat terhenti. “Hitoshi eh?” kata Naruto tapi orang yang dihadapannya keburu kabur. “Dasar orang itu,” Naruto hanya berdecak kesal.



Sakura keburu masuk kedalam kelasnya dan mencari tempat duduknya. “Itu dia,” Gumamnya melihat bangku paling pojok dikelas yang masih kosong dan tidak ada orang yang menempatinya. Baru saja dia meletakkan tasnya ke bangkunya, tiba-tiba ada seorang siswi berambut merah dan  berkacamata menghampirinya a.k.a Karin . “A-ano, namamu siapa?” Tanya Karin pada Sakura yang menatap aneh dirinya. “Namaku Hitoshi” Jawab Sakura singkat. “Hitoshi-san aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Karin menatap penuh pertanyaan. “Mm.. Boleh,” Jawab Sakura singkat. “Apakah Hitoshi-san mempunyai teman atau sahabat dekat?” Tanya Karin menahan kegugupannya pada Sakura. “Ada, memangnya kenapa?” Tanya Sakura heran kemudian menatap aneh Karin. “Tidak apa-apa. Emm, laki-laki atau perempuan?” Tanya Karin lagi. “Ya, ada sih, sahabat sekaligus rival.  Tapi itu dulu. “ Jawab Sakura enteng. “Syukurlah” Gumam Karin lalu duduk ketempat duduknya.

TO BE COUNTINE

.

.

Halo semuanya saya meminta komentar kalian tapi tidak ingin memaksa untuk di beri komentar. Maaf ya, kalau tulisanku jelek. Soalnya aku adalah author baru. Jadi,,, Mohon bantuannya minna! Ga apa-apa klo komen kalian flame tapi itu malah membuatku ingin menjadi author yang lebih baik.

Sabtu, 28 Desember 2013

Sketsa Tawa versi Naruto



Nah ini ceritaku yang dulu ku publish di FFN datangi profil FFNku di: Nimaru-Chan


Skesa tawa versi Naruto 1
.
.
.
Pada suatu hari, Watabane belajar hanya menginjankkan satu kaki dan berjingkit diatas patokan. Dia sedang berlatih keseimbangannya dan dilatih oleh guru Iruka. Kebetulan Konohamaru melewati jalan yang sama dengan tempat latihan Watabane. Dia kagum kepada Watabane karena bisa berlatih dengan bagus diatas patokan. Kemudian dia langsung menemui guru Iruka. "Wah, hebat ya guru. Dia bisa latihan dengan bagus diatas patokan," Puji Konohamaru. "Siapa dulu dong, gurunya."Puji guru Iruka kepada dirinya sendiri. "Guru, guru, aku mau dong, dilatih seperti itu juga." Pinta Konohamaru kepada gurunya. "Tapi Konohamaru, patokan nya hanya satu. Dan tidak ada lagi."Kata guru Iruka kepada Konohamaru. Konohamaru berpikir sejenak. "Aha, guru, guru. Aku tahu bagaimana caranya berlatih, tanpa patokan!" Girang Konohamru senang. "Kalau bisa, ayo, kita latihan." Kata guru Iruka tersenyum. Kemudian ….. "Nah guru, sekarang aku bisa kan, berlatih keseimbangan tanpa patokan?" Tanya Konohamaru senang. "Iya sih, kamu bisa berlatih keseimbangannya. Tapi, Jangan disitu dhong!" Marah guru Iruka melihat keatas kepalanya yang diinjak Konohamru sebagai pengganti patokan. "Ah, turun-turun. Ini kepala guru sakit!" Teriak Iruka marah.
.
.
.
.
.
Skesa tawa versi Naruto 2
.
.
.
.
.
Team 7 sedang disuruh menunjukkan jurusnya masing-masing. Dimulai dari Sasuke. kemudian Sakura. Dan yang terakhir Naruto. Sakura dan Sasuke beristirahat sebentar. Sedangkan Naruto ingin menunjukkan jurusnya ke guru Kakashi. Kebetulan Rock Lee sedang lewat. "Jurus seribu…." Kata Naruto. Sedangkan Rock Lee langsung menemui Sasuke. "Sasuke! Apa Naruto tidak terasa aneh memakai jurus itu?" Tanya Rock Lee . "Tidak apa-apa. Kau tahukan, seperti biasanya dia munggunakan jurus itu." Jawab Sasuke singkat. "Tapi Sasuke, lihat dulu dong. Jurus seribunya yang seperti apa!" Teriak Rock Lee kepada Sasuke. "Huh?" Bingung Sasuke. "Lihat Tuh!" Teriak Rock Lee menunjuk Naruto. Sasuke terbelalak Naruto memakai baju besar persegi panjang bertuliskan 'Rp.1000'. Lalu Rock Lee dan Sasuke mendatangi Naruto. "Tadi katamu jurus seribu bayangan. Kenapa yang keluar baju aneh yang melekat ditubuh?" Tanya Sasuke bingung. "Kan kataku jurus seribu…. Rupiah." Jawab Naruto kepada Sasuke. "Hah?" Kata Sasuke dan Rock Lee hanya terbengong-bengong melihat jurus Naruto yang baru.
.
.
.
.
.
Skesa tawa versi Naruto 3
.
.
.
.
Dirumah Shion ada kasus tentang pembunuhan pengawalnya. Sakura dan Sasuke sedang mencari siapa yang membunuhnya. Dan merekan mendapatkan satu bukti. Yaitu sehelai rambut yang panjang. "Pelakunya wanita." Kata Sasuke yakin. Sakura menganggukkan kepalanya pertanda mengerti. Tapi, Naruto datang. "Dia bukan wanita. Tapi laki-laki." Cerocos Naruto setelah mendengarkan perkataan Sasuke. "Mungkin ini rambut laki-lakinya yang panjang." Kata Sakura memegang rambut itu. "hn" Sasuke membenarkan. "Bukan rambutnya yang panjang." Naruto menyalahkan mereka berdua. "Huh?" bingung Sakura dan Sasuke berbarengan. "Tapi itunya yang panjang." Kata Naruto menunjuk pelaku yang sudah dia buat pingsan sebelumnya. "Idiw!" Kata Sasuke dan Sakura jorok. Ternyata pelakunya memiliki bulu hidung yang panjang sekali.
.

Sketsa Tawa versi Naruto 4
.
.
.
Naruto dan teman-temannya sedang berkumpul dipantai. Dan mereka menancapkan dua batang kayu yang panjang dikedua sisi ½ bagian tanah yang sudah di bentuk persegi panjang. Kemudian mereka memakai alat menjaring ikan yang ikat pada kedua kayu yang digunakan untuk sebuah permainan yang akan mereka main kan. Kemudian semua kelompok dibagi menjadi dua bagian. Kemudian Naruto membentuk sebuah bola biru ditangannya. "Rasenggan!" Teriak Naruto. Kebetulan guru Gai melihatnya menggunakan rasenggannya. "Naruto, kenapa kau menggunakan jurus rasengganmu?" Tanya guru Gai karena dia melihat ditempat ini tidak ada bahaya. "Naruto tidak akan merasanggan siapapun Gai sensei. Tapi rasenggan Naruto itu dipakai untuk menggantikan bola voli yang hilang buat main bola voli!" Teriak Rock Lee. "Wadau!" Guru Gai kaget melihat Naruto, Sakura, Sasuke, Rock Lee, Ten Ten, Kiba, Shikamaru, Ino, Shino, Choji, dan Neji memainkan rasenggan Naruto untuk penggganti bola voli.
.
.
.
.
.
Sketsa Tawa Versi Naruto 5
.
.
.
.
Disebuah desa yang tenang…. Dipagi hari yang cerah. Naruto beranjak dari rumah untuk mencari ikan di danau. Dia menganjak Sasuke. Setelah sampai didanau, Naruto mencuci mukanya didanau itu karena ingin menyegarkan mata. "mmm.. Naruto. Apa kau tidak jijik membasuh mukamu didanau ini?" Tanya Sasuke menatap jijik air itu. "Kenapa? Aku biasa kok memakai air ini. Air ini bersih kok," Jawab Naruto meyakinkan Sasuke. "Tapi Naruto, air ini benar-benar kotor. Dan aku saja tidak ingin menyentuh air ini sekalipun." Kata Sasuke tidak mempercayai perkataan Naruto yang menurutnya Naruto berbohong kalau air ini bersih. "Hei Teme! Memangnya ada apa sampai kau berpikiran hal-hal yang aneh seperti itu?" Tanya Naruto heran kepada temannya yang satu ini. "Kalau tidak percaya kalau air ini kotor. Lihat saja yang ada ditengah danau itu. Tuh!" Sasuke menunjuk seperti sebuah tempat untuk orang desa untuk dijadikan sebagai toilet dan disamping nya ada sebuah perahu kecil yang singgah dan berkata. "Sudah belum. Nanti kita lanjutin mancingnya!" Teriak orang yang ditengah danau. "belum nih. Entar dulu! AAAA!" Teriak orang yang didalam tempat yang mirip sebuah toilet perdesaan dan ada bunyi 'Plung' Dan yang keluar dari bawah tempat itu keluar seperti benda kuning-kuning yakni kotoran manusia yang didalamnya. "Hah! Jadi ini?! Huek!" Naruto langsung muntah dan tadi sempat mencium airnya bau seperti kotoran. "Naruto… Naruto… Ck, ck, ck," Kata Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya.
.
.
.
.
.
Sketsa Tawa versi Naruto 6
.
.
.
.
Suatu hari Konohamaru sedang bermain dengan Watabane. Dia bermain dengan riang sekali. Kemudian mereka makan ramen bersama kemudian kembali kerumah mereka masing-masing. Kemudian mereka ingin pulang kerumah masing-masing. Kebettulan ibunya Watabane ada dijalan itu. "Eh Watabane. Ayo pulang mama antar. Oh iya, Watabane. Tadi ibu beli baju ini lo, buat kamu." Kata ibunya Watabane menyerahkan baju Kimono jepang yang bagus. Dan kebetulan juga ibunya Konohamaru juga lewat dijalan itu yang ingin pulang kerumah karena tadi kepasar. Kemudian Konohamaru mendekati ibunya. "Ibu, aku juga mau baju seperti Watabane ya?" Pinta Konohamaru. Kemudian ibu Konohamaru melihat pakaian yang diberikan ibu Watabane ke anaknya. Ibunya mengangguk-angguk mengerti. Dan akan berjanji besok membelikannya baju
Keesokan harinya
" Nah, sudah ibu berikan bajunya kan? Jadi jangan meminta yang macam-macam lagi." Kata ibunya Konohamaru sambil menyiram kembang. "Iya bu, tapi tidak seperti ini juga. Maksudnya aku juga ingin dibelikan baju. Tapi bukan bajunya yang mirip dengan Watabane." Kata Konohamaru marah. "ya, ini kan bagus tuh. Nah, cantik bajunya." Kata Ibunya Konohamaru. "Huweeee!" Konohamaru menangis pasrah.
.
.
.
.
.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger