RAHASIA SAKURA
SUMMARY: Tidak ada
summary
Pairing
Sasusaku
Disclaimer
Masashi Kishimoto
Haruno Sakura adalah
gadis yang cantik. Tapi, dia tidak bisa menghilangkan sikap buruk nya yang
sudah berada dalam dirinya semejak enam tahun yang lalu. Dia malah bersikap
seperti laki-laki. Bahkan semua orang-orang mengira kalau Sakura adalah seorang
laki-laki yang tampan dan baik hati.
Pasalnya disekolah
Sakura memakai baju laki-laki. Sakura bersikap seperti itu karena ingin
menghindarkan diri dari ancaman orang jahat yang mungkin saja bisa mencelakakan
dirinya. Karena itu dia menyembunyikan indentitas dirinya dan mengganti namanya
menjadi ‘Hitoshi’. Pagi ini dia masih malas membuka matanya untuk bangun dan sekolah
disekolah ‘Konoha High School’.
“Sakura, ayo
bangun.. Eh, kok malah tidur lagi. Mandi sana,” Ujar ayahnya menggoyang tubuh
anaknya pelan. Karena kesal anaknya tidak bangun, akhirnya dengan terpaksa
Kizashi mengambil seember air dan di tumpahkannya ke wajah anaknya. “AAAh!!iya,
iya aku bangun… Em, ini jam berapa?” Tanya Sakura kaget dan sedikit shock
karena ayahnya menumpahkan air ke tempat tidurnya sampai basah. “Sudah jam
tujuh lewat tiga puluh menit. Kalau kamu mau malas-malasan, nanti kau terlambat
saat hari pertamamu kesekolah!” Omel Kizashi pada putrinya dan berhasil membuat
Sakura terkejut.
“UAPAA?! Aduh harus
siap-siap nih!” Jerit Sakura lalu meninggalkan ayahnya langsung membawa handuk
masuk ke kamar mandi. Ayahnya yang melihat kelakuan anaknya hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya. Selesai mandi Sakura dengan cepat dan gesit
memasukkan buku barunya, menyiapkan semua peralatan sekolahnya dan turun
kebawah untuk mengambil sarapannya.
“Ohayo minna,” Sapa Sakura dan duduk kemudian langsung mengambil sarapannya
yaitu roti dan meminum air putihnya dengan cepat.
“Sakura, pelan-pelan makannya, Tapi… Sakura kenapa kau memakai baju laki-laki?” Tegur ibunya pada Sakura yang terlalu cepat makannya.
“Sakura, pelan-pelan makannya, Tapi… Sakura kenapa kau memakai baju laki-laki?” Tegur ibunya pada Sakura yang terlalu cepat makannya.
“Ya ampun Sakura…
Bagaimana nanti kamu mendapatkan laki-laki setelah kamu lulus nanti kalau
bajumu yang seperti laki-laki!” Kata Kizashi kaget pada anaknya yang memakai
baju SMA laki-laki. “Tidak apa-apa
ayah,” Jawab Sakura yang sudah menghabiskan makanannya. Sebelum di ceramahi
ayahnya lebih lama dia langsung beranjak dari rumahnya kesekolah barunya. “Aku
pergi dulu,” Ujar nya lalu berlari menuju sekolahnya. Setelah memasuki
sekolahnya dia lega karena datang tepat waktu.
Banyak perempuan yang melewati terpesona ada juga yang tidak. Sakura menuju ke kelas yang akan ditempatinya. “Tampannya,,” Gumam seseorang siapa lagi kalau bukan Karin.
Banyak perempuan yang melewati terpesona ada juga yang tidak. Sakura menuju ke kelas yang akan ditempatinya. “Tampannya,,” Gumam seseorang siapa lagi kalau bukan Karin.
Sakura berpura-pura
berjalan tegap seolah-olah dia adalah seorang laki-laki. Bahkan Sakura
meletakkan dua bola kecil di pundaknya supaya terlihat seperti pundak
laki-laki. Perempuan-perempuan semakin terpesona karena dirinya. Bahkan ada
yang mengatakan bahwa dia dan seorang yang bernama Uchiha Sasuke tidak kalah
tampannya meskipun Sakura baru beberapa menit disekolah itu. Kesamaan Sasuke
dan Sakura ada dirambutnya yang jidat.
“Hei anak baru! Baru
saja masuk kesekolah ini udah sok terkenal,” Tegur orang yang berada dibelakang
Sakura. Sepontan Sakura berbalik kesumber suara. Ada seorang laki-laki bermbut
durian motong, bermata blue shapire, dan berkulit tan. Sakura tahu itu adalah
Naruto yang dulunya kakak kelas waktu dia masih berumur sebelas tahun. “Apa
maksudmu?” Tanya Sakura seolah bingung apa yang dikatakan orang tadi.
“Jangan pura-pura
kamu,” Jawaban yang aneh keluar dari mulut Naruto. “Apa sih maksudmu itu
Naruto?” Tanya Sakura semakin bingung dibuatnya. Naruto kaget “Eh dari mana kau
tahu namaku?” Tanya Naruto bingung ‘Kenapa dia tahu namaku’ batin nya menatap
tajam Sakura. “Aku tahu dari seseorang,” Jawab Sakura berbohong. “Sebenarnya
kau ini siapa, jadi tahu namaku. Ngomong-ngomong namamu siapa?” Tanya Naruto asal-asalan.
‘Dasar Naruto bodoh. Tadi marah, sekarang malah nanya nama.’ Runtuk Sakura
kesal akan tingkah bodoh Naruto yang kambuh. “Hitoshi” Jawab Sakura singkat
lalu melanjutkan jalannya yang sempat terhenti. “Hitoshi eh?” kata Naruto tapi
orang yang dihadapannya keburu kabur. “Dasar orang itu,” Naruto hanya berdecak
kesal.
Sakura keburu masuk kedalam kelasnya dan mencari tempat
duduknya. “Itu dia,” Gumamnya melihat bangku paling pojok dikelas yang masih
kosong dan tidak ada orang yang menempatinya. Baru saja dia meletakkan tasnya
ke bangkunya, tiba-tiba ada seorang siswi berambut merah dan berkacamata menghampirinya a.k.a Karin .
“A-ano, namamu siapa?” Tanya Karin pada Sakura yang menatap aneh dirinya.
“Namaku Hitoshi” Jawab Sakura singkat. “Hitoshi-san aku boleh bertanya
sesuatu?” Tanya Karin menatap penuh pertanyaan. “Mm.. Boleh,” Jawab Sakura
singkat. “Apakah Hitoshi-san mempunyai teman atau sahabat dekat?” Tanya Karin
menahan kegugupannya pada Sakura. “Ada, memangnya kenapa?” Tanya Sakura heran
kemudian menatap aneh Karin. “Tidak apa-apa. Emm, laki-laki atau perempuan?”
Tanya Karin lagi. “Ya, ada sih, sahabat sekaligus rival. Tapi itu dulu. “ Jawab Sakura enteng.
“Syukurlah” Gumam Karin lalu duduk ketempat duduknya.
TO BE COUNTINE
.
.
Halo semuanya saya
meminta komentar kalian tapi tidak ingin memaksa untuk di beri komentar. Maaf
ya, kalau tulisanku jelek. Soalnya aku adalah author baru. Jadi,,, Mohon
bantuannya minna! Ga apa-apa klo komen kalian flame tapi itu malah membuatku
ingin menjadi author yang lebih baik.


16.05
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar