RAHASIA SAKURA
SUMMARY:Tidak ada summary
pairing
sasusaku
disclaimer
Masashi Kishimoto
WARNING: Typo, OCC, Gaje
Singkat Cerita
Siswa-siswi akhirnya berhamburan keluar kelas karena sudah waktunya istirahat. Sebagian siswa-siswi ada yang kekantin, ada yang mengobrol, membaca buku, dan ada pula yang bermain. Kalau Sakura hanya diperpustakan untuk membaca buku. Dia melihat ada seorang siswa yang kulitnya putih pucat. Menurutnya orang itu mirip mayat hidup. Saat Sakura membaca buku, tiba-tiba ada seorang laki-laki berambut pantat ayam masuk keperpustakaan. Awalnya Sakura biasa-biasa saja. Tapi, laa-lam dia terganggu oleh teriakan histeris perempuan yang mengitari laki-laki itu. "BERISIK! Ini perpustakaan!" Teriak Sakura marah karena tidak tahan dengan teriakan perempuan yang menjadi-jadi.
Hanya satu yang dilakukan Sakura. Apalagi kalau bukan pergi dari perpustakaan itu. Sakura tidak menghiraukan tatapan tajam para wanita pada dirinya yang berteriak. Sasuke sedikit kaget dan lalu melanjutkan buku yang dia baca.
Sedangkan Sakura menuju ke toilet. Apakah yang dia lakukan? Jawabannya dia hanya ingin merendam emosinya.Dia memasuki toilet laki-laki dan bersandar di dinding-dinding samping toilet. "Huh, apa tampannya orang itu. Jidatnya lebah, orang nya dingin, dan juga pendiam. Banyak kok laki-laki yang lebih keren dari dia. Apakah harus berteriak segitunya!" Katanya marah sambil berkacak pinggang.
Hanya satu yang dilakukan Sakura. Apalagi kalau bukan pergi dari perpustakaan itu. Sakura tidak menghiraukan tatapan tajam para wanita pada dirinya yang berteriak. Sasuke sedikit kaget dan lalu melanjutkan buku yang dia baca.
Sedangkan Sakura menuju ke toilet. Apakah yang dia lakukan? Jawabannya dia hanya ingin merendam emosinya.Dia memasuki toilet laki-laki dan bersandar di dinding-dinding samping toilet. "Huh, apa tampannya orang itu. Jidatnya lebah, orang nya dingin, dan juga pendiam. Banyak kok laki-laki yang lebih keren dari dia. Apakah harus berteriak segitunya!" Katanya marah sambil berkacak pinggang.
“Ehem!” Suara yang mengagetkan Sakura. “Eh?!”
Dia menengok kesamping. Dia melihat seorang laki-laki berbaju olahraga, beralis
tebal, dan tinggi. Siapa lagi kalau
bukan Rock Lee kakak kelas Sakura. “Hei, siapa kau? Kurasa, aku tidak pernah
mengenalmu. Apakah kau siswa baru disini?” Tanya Rock Lee pada Sakura. ‘Membuat
orang kaget saja’ Batin Sakura kesal menatap tanpa ekspresi pada Rock Lee. “Ya,
aku siswa baru. Namaku Hitoshi. Kau sendiri?” Jawab Sakura yang bisa menebak
apa yang akan ditanyakan Rock Lee nanti lalu bertanya balik pada Rock Lee.
“Namaku Rock Lee desu!” Ujarnya bersemangat
lalu menghampiri Sakura. “Emm, Lee-san. Apakah kau pernah melihat orang
berambut pantat ayam dan bermata hitam kelam yang sering digerombongi oleh
banyak wanita?” Tanya Sakura penuh dengan pertanyaan. “Tentu saja aku tahu. Dia
itu Uchiha Sasuke. Bisa dibilang rival ku di tim basket sih.. Habisnya,
gara-gara tim basket nya membuat kami kalah terus. Jadi kuputuskan kalau aku
akan menjadi rival Sasuke dan kawan-kawannya.” Jawab Rock Lee panjang lebar dan
membuat mereka seperti akrab saja. Padahal baru beberapa detik berkenalan.
“Lee-kun, boleh aku panggil seperti itu?” Tanya Sakura dengan nad memohon.
Sakura memang merasa senang didekat Rock Lee.
Entah apa yang membuatnya nyaman. “Tentu
saja, boleh ku panggil kau Hitoshi-kun?” Rock Lee balik Tanya pada Sakura
sambil ingin menjabat Sakura. “Tentu saja dia menjabat tangan kanan Rock Lee.
Akhirnya mereka tertawa lepas. “Padahal belum lama kita kenalan,” Ujar Sakura
menepuk pundak Rock Lee. “Iya, hehehe” Balas Rock Lee tersenyum dengan
menampakkan gigi putihnya.
‘TENG, TENG,
TENG, TENG’ Tanda bel
menunjukkan waktu istirahat berakhir. “Eh, Hitoshi-kun. Aku ingin ganti baju
dan langsung ke kelas nih! Jaa…” Pamit Rock Lee berlari keruang ganti.
Sakura berjalan pelan menuju kelasnya. Ada
setengah orang yang melirik Sakura dengan terpesona. Sakura memasuki pintu
kelasnya dan melihat Ino. Ya ampun, Sakura baru sadar kalau Ino ada dikelasnya.
Ino adalah temannya yang juga berkerja sebagai maid di sebuah restoran.
“Ino-san,” Bisik Sakura yang sudah ada
disampingnya. “KYAAA!” Ino berteriak kaget memegang erat meja nya. “Eh?” Tanya
Ino heran menatap laki-laki berambut pink dan bermata hijau. ‘Tunggu dulu, mata
pink dan rambut hijau’ Gumam Ino lalu berpikir. “Kau Sakura-san kan?” Bisik Ino
pada Sakura. Sakura hanya menganggukkan kepalanya kecil pertanda ‘ya’. “Kenapa
kau berdandan seolah kau-“ Sebelum selesai berbicara, Sakura langsung menutup
mulut Ino. “Pssst! Nanti ketahuan. Kalau ketahuan kan, bisa hancur aku. Aku
hanya menjadi laki-laki kalau aku tidak berkerja. Mengerti?” Bisik Sakura
mengatakan alasannya. Ino hanya mengangguk kecil tanda mengerti.
Saat pulang, Sakura di ajak Rock Lee bermain
basket sebentar disekolah. “Kau mau kan menemaniku untuk berlatih basket.
Ayolah, nanti kau juga bisa ku perkenalkan pada teman-temanku.” Pinta Rock Lee
saat pulang sekolah. “Baiklah, kau tahu tidak Lee-kun, kalau aku juga suka main
basket. Tapi, hanya sendirian.” Kata Sakura senang karena diajak bermain
basket. “Kalau begitu kau ganti bajumu dengan baju ini. Nah, sekarang keruang
ganti. Aku tunggu,” Ujar Rock Lee menyerahkan baju basket berwarna merah
bertuliskan angka 8 dan sedikit warna putih disisi baju.
Sakura memakai lapisan baju khusus supaya
tidak diketahui orang kalau dia wanita kalau memakai baju tersebut. Setelah
semuanya selesai, akhirnya dia keluar dari ruang ganti. Sekarang dia terlihat
tampan memakai baju itu.
Setelah itu dia menghampiri Rock Lee yang
sedang bercakap-cakap. “Oh, kau sudah ganti baju rupanya. Perkenalkan, ini
teman-teman tim basketku!” Ujar Rock Lee bersemangat saat sadar Sakura sudah
ada disampingnya. “Oh, jadi ini teman barumu Lee, lumayan.” Ujar Sasori menatap
dingin Rock Lee. Rock Lee mengangguk.
“Salam kenal,” Kata Sakura pura-pura menatap
dingin Sasori dan teman-teman Rock Lee. “Kau sedikit mirip dengan Uchiha Sasuke
yang brengsek itu,” Cerocos Kiba berkomentar.
“Ya sudahlah, ayo kita mulai!” Kata Rock Lee
bersemangat sambil mengepal tangannya kuat. “YEAH!” Teriak gerombongan
laki-laki lalu masuk ke area lapangan basket. Sakura mengikuti mereka ke
lapangan basket.
Lalu mereka berlatih dengan serius. Sakura
tidak kewalahan karena sudah terbiasa bermain basket dirumahnya. Bahkan dia
sering dia bermain basket lewat PC. Bahkan dia yang sedari tadi memasukkan bola
basket itu kedalam ring. Rock Lee saja kewalahan kelihatannya Sakura sangat
bersemangat.
Selesai latihan
“Hosh, hosh, hosh, jago juga
kau. Aku saja kewalahan.” Ujar Kiba berkacak pinggang mengatur napasnya yang
tersengal-sengal.
“Iya, Hosh, hosh, hosh. Kau mau kan, untuk
membantu kami mengalahkan tim si Uchiha itu?” Tanya Sasori tak kalah lelahnya
dengan Kiba.
“Hebat juga kau Hitoshi!”
“Terimakasih Lee-kun. Aku mau
bergabung dengan kalian.”
Belum sempat melanjutkan
perkataan, datanglah tim basket Senior. Siapa lagi kalau bukan Tim yang terdiri
dari Uchiha Sasuke, Uzumaki Naruto, Suigetsu, Gaara, dan Jugo.
“Hei
mereka datang,” Bisik Rock Lee pada teman-temannya.
“Hei Uchiha kami tidak takut
lagi untuk mengalahkan tim mu!” Kata Rock Lee lantang.
“Kurasa tidak. Coba saja,
pertandingan akan kita mulai.” Balas Sasuke tersenyum licik sambil
mempersiapkan dirinya dan kawan-kawannya.
‘DASAR ORANG SOMBONG, GAK TAU SOPAN SANTUN!’ Batin Sakura kesal dalam emosinya ingin meninju si
Sasuke sampai babak belur.
Pertandingan dimulai dengan sengit. Sakura
sangat tangkas dan sudah membua strategi dengan teman-temannya. Sakura dan
teman-temannya berhasil mengalahkan tim senior dengan nilai yang tipis yaitu
9-8 tim Rock Lee memenangkan 9-8 dengan tim senior.
Sekarang tim Uchiha itu harus
menerima atas kekalahannya.
To Be Countine
Makasih buat pengomentar yang cantik dan ganteng. Kalau ada saran dan kritik tolong sampaikan.


16.16
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar